Showing posts with label Renungan Harian. Show all posts
Showing posts with label Renungan Harian. Show all posts

Waktunya Runtuh Juga


Untuk segala sesuatu ada masanya,

untuk apa pun di bawah langit ada

waktunya (Pengkhotbah 3:1)

Bagi penduduk Amerika, jembatan Mississippi memiliki peran yang vital dalam menghubungkan perekonomian negara bagian Minnesota yang berbasis pertanian. Jembatan sepanjang 27,6 kilometer itu menghubungkan kota Minneapolis dan Saint Paul. Jembatan itu dibangun oleh Departemen Transportasi Minnesota pada 1967 dengan tinggi 64 kaki atau sekitar 20 meter. Namun, jembatan delapan lajur tersebut ambruk pada Rabu, 1 Agustus 2007, pukul 18.00 waktu setempat. Diduga jembatan runtuh bukan karena aksi teror, melainkan karena konstruksi jembatan telah rapuh ditelan usia. Jembatan yang berusia empat puluh tahun tersebut, akhirnya ambruk juga.

Firman Tuhan dengan tepat mengatakan "segala sesuatu ada masanya" (ayat 1). Sekolah kehidupan telah mengajar Salomo, raja Israel di Yerusalem, bahwa segala sesuatu ada waktunya. Waktu berlalu begitu cepat. Tak seorang pun mampu menahannya. Sepanjang berproses dengan waktu, seseorang dapat menikmati dinamika kehidupan. Ada waktu yang menyenangkan, ada juga waktu yang menyedihkan. Namun, Allah selalu membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Selagi napas dikandung badan, menggunakan waktu dengan bertanggung jawab adalah suatu keharusan. Bukankah segala sesuatu akan terus berubah? Filsuf Heraclitus memberikan ungkapan bijak, "Tidak ada yang tetap di dunia ini kecuali perubahan." Hari ini kita masih bernapas, besok belum tentu. Hari ini kita masih bekerja dengan gagah, besok tidak tahu. Oleh karena itu, mari kita menaklukkan diri kepada-Nya sebelum ambruk bak jembatan Mississippi -MZ

Iman yang menguatkan

Kamis, 22 Mei 2008

Ayat Bacaan : 1 Petrus 1:1-9


Alkitab Setahun : Nehemia 3-5

IMAN YANG TERUJI

Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji

kemurniannya dengan api (1Petrus 1:7)

Ibu Merry berusia 72 tahun. Ia menderita kanker lever stadium akut. Dokter sudah memvonis bahwa hidupnya hanya tinggal hitungan bulan. Perutnya membesar, dan kerap kali ia harus menanggung kesakitan di sekujur tubuh. Suatu hari, saya dan istri menengoknya di rumah sakit. Kami berbincang-bincang. Wajahnya yang kurus pucat tidak melunturkan semangat dan senyumnya. Saya membacakan firman Tuhan. Sebelum berdoa, saya mengajaknya bernyanyi, sebab ia senang menyanyi. "Tante mau nyanyi lagu apa?" tanya saya. "Lagu Berserah kepada Yesus," jawabnya. Kami pun bernyanyi bersama.

Sungguh luar biasa. Seseorang yang seakan-akan sudah dekat dengan kematian dan di tengah deraan sakit yang hebat, melantunkan pujian: "Aku berserah, aku berserah, kepada-Mu Juru Selamat, aku berserah." Inilah iman yang sejati. Sangatlah biasa bila dalam keadaaan berkelimpahan, hidup senang, dan sehat walafiat, seseorang memuji-muji Tuhan. Akan tetapi, sungguh istimewa bila di tengah kesulitan hidup, dalam pencobaan yang berat, seseorang masih bisa memuji dan mengagungkan nama Tuhan.

Surat Petrus yang pertama ditujukan kepada umat kristiani yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia (ayat 1). Mereka tengah meng-alami tekanan dan penganiayaan hebat akibat iman mereka. Namun, Petrus mengingatkan mereka untuk tetap gembira walau harus menanggung semua kesulitan itu (ayat 6). Nasihat ini juga berlaku bagi kita yang mengalami tekanan hidup. Tetaplah bergembira. Pandanglah pencobaan sebagai sarana untuk "membuktikan" kemurnian iman kita -AYA

Nilai Rupa Allah

Jumat, 16 Mei 2008

Ayat Bacaan : Kejadian 1:26,27; Matius 22:36-40
Alkitab Setahun : 2 Tawarikh 31-33


Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri
(Matius 22:39)



Belakangan ini di Jakarta, pemukulan tanpa ampun terhadap seorang pencuri sudah menjadi

pemandangan biasa. Bahkan, pernah ada yang mengerikan; massa yang mengamuk membakarhidup-hidup si pencuri. Tak sedikit orang me-ngambil risiko itu dan mempermalukan diri sendiri demi mencukupi kebutuhan hidup. Memang, mencuri bukan tindakan yang benar. Namun, massa yang main hakim sendiri secara kejam juga tak dapat dibenarkan. Mereka tak lagi peduli bahwa orang yang mereka hakimi secara keji adalah ciptaan Tuhan.

Sejak mula manusia dicipta, Allah menyatakan, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita ..." (Kejadian 1:26). Ini berarti bahwa setiap manusia -- siapa pun dia -- adalah gambaran Allah yang mulia. Lalu bila demikian, bagaimana seharusnya kita memperlakukan mereka? Bagaimana sikap anak Tuhan dalam dunia yang semakin tidak menghargai nilai seorang manusia? Firman Tuhan meminta hal yang sederhana; "Kasihilah sesamamu ... seperti dirimu sendiri" (Matius 22:39).

Sudahkah kita terus berusaha memperlakukan setiap orang sebagai gambar dan rupa Allah? Atau, apakah kita turut menindas ciptaan Allah di sekeliling kita; para pembantu, bawahan, orang miskin, dan sebagainya? Yesus bahkan mengajak kita untuk mengasihi musuh, karena mereka juga gambar dan rupa Allah. Bila kita pernah merendahkan gambar dan rupa Allah dalam diri orang lain, kiranya kita dengan rendah hati memohon ampun kepada Allah. Mari kita ubah sikap dan pikiran yang negatif saat memandang sesama. Kiranya Allah disenangkan saat manusia belajar saling mengasihi -BL

Pencipta Sejarah

Kamis, 15 Mei 2008

Ayat Bacaan : Yohanes 6:1-14
Alkitab Setahun : 2 Tawarikh 28-30

PENCIPTA SEJARAH

Di sini ada seorang anak, yang mempunyai

lima roti jelai dan dua ikan (Yohanes 6:9)

Suatu Minggu pagi, salju menyelimuti Colchester di Inggris. Semula John Egglen berniat tinggal di rumah, sebab berjalan kaki hampir 10 kilometer ke gereja dalam cuaca bersalju tidaklah mudah. Namun, tanggung jawab sebagai diaken membuatnya berubah pikiran. Di gereja, hanya 12 jemaat yang hadir dan satu jiwa baru -- seorang remaja 13 tahun. Pendeta tidak bisa datang karena rumahnya tertimbun salju. Sebagian jemaat menyarankan kebaktian ditiadakan. Namun, Egglen tetap mengadakan kebaktian. Karena pendeta tidak hadir, Egglen pun berkhotbah. Khotbahnya begitu buruk, sebab ia memang tak bertalenta di situ dan baru pertama kali berbicara di depan banyak orang. Namun, setelah mendengar khotbah itu, remaja tersebut menyerahkan diri kepada Tuhan.

Tahukah Anda, siapa remaja itu? Charles Haddon Spurgeon! Seorang pengkhotbah legendaris di Inggris. Andai Egglen memutuskan tinggal di rumah dan meniadakan kebaktian, mungkin Inggris atau bahkan kekristenan takkan pernah memiliki Spurgeon. Pada Minggu pagi yang dingin itu, Egglen mencatat sejarah.

Sesungguhnya, setiap hari kita punya kesempatan mencipta sejarah. Mungkin Anda seorang guru Sekolah Minggu yang menghadapi murid-murid bandel. Namun, tetaplah setia, sebab siapa tahu kelak seorang dari mereka akan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Ingat pula kisah Agustinus. Setiap hari -- selama 14 tahun -- ibunya berdoa bagi Agustinus hingga ia bertobat dan mengguncang dunia dengan pelayanannya. Anak kecil dalam Yohanes 6 juga adalah anak biasa, yang bahkan namanya tidak dikenal. Namun lewat kemurahan hatinya, mukjizat Yesus tercatat dalam Alkitab -PK

Kebiasaan Buruk

Rabu, 14 Mei 2008

Ayat Bacaan : Bilangan 33:50-56
Alkitab Setahun : 2 Tawarikh 25-27

KEBIASAAN BURUK
Jika kamu tidak menghalau penduduk

negeri itu ... mereka akan menyesatkan

kamu (Bilangan 33:55)

Sebuah hasil penelitian dari majalah Time pada Oktober 2006 menjelaskan bahwa kebiasaan buruk itu menular. Seorang adik yang kakaknya hamil di luar nikah punya kecenderungan 4-6 kali lipat untuk hamil di luar nikah juga, dibandingkan seorang adik yang kakaknya berperilaku baik. Begitu pula seorang kakak yang memiliki kebiasaan merokok atau mabuk, dapat menularkan kebiasaan buruk itu kepada adiknya.

Mengingat bahwa kebiasaan buruk dapat menular, kita harus memberantasnya sesegera mungkin. Itu sebabnya sebelum bangsa Israel tiba di Kanaan, Tuhan meminta Musa mengusir seluruh penduduk negeri itu (ayat 52). Mengapa? Penduduk Kanaan dikenal sebagai penyembah dewa-dewi. Mereka memiliki ba-nyak tempat penyembahan berhala, bahkan bukit-bukit tempat mempersembahkan korban manusia. Supaya kebiasaan buruk mereka tidak menular pada bangsa Israel, semua itu harus dimusnahkan.

Hal senada diungkapkan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose. Orang kristiani harus menanggalkan manusia lama dengan kebiasaan buruknya, lalu mengenakan manusia baru (Kolose 3:9,10). Bagaimana mengusir kebiasaan buruk? Gantilah dengan kebiasaan baik. Dan, penanaman kebiasaan baik ini perlu dilakukan serentak oleh segenap anggota keluarga. Yosua berkata, "Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" (Yosua 24:15).

Adakah kebiasaan buruk yang perlu Anda buang? Gantilah segera dengan kebiasaan baik. Ingatlah: kebiasaan buruk bukan hanya merugikan Anda, melainkan juga merugikan orang-orang yang dekat dengan Anda, karena ia menular -JTI

AGEN PERUBAHAN

Selasa, 13 Mei 2008

Ayat Bacaan : 2 Raja-raja 20:1-6
Alkitab Setahun : 2 Tawarikh 22-24

AGEN PERUBAHAN
Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur (2 Raja-raja 20:6)

Untuk apa Anda hidup? Banyak orang hidup hanya sekadar numpang lewat. Sibuk mencari uang dan menikmati hidup. Kehadirannya tidak memberi sumbangsih apa pun bagi dunia sekitar. Melaluinya, dunia tidak menjadi lebih baik. Malah ada orang yang hidupnya selalu menebar masalah. Untung, tidak semuanya begitu. Ada juga orang-orang yang berhasil mengubah dunia. Misalnya, Martin Luther King dan Ibu Teresa. Dunia merasa berutang budi saat mereka meninggal. Dunia menjadi berbeda karena mereka.

Raja Hizkia termasuk tokoh pembawa perubahan di negerinya. Selama 100 tahun, para raja di Yudea memerintah tanpa mengandalkan pimpinan Tuhan. Namun, Raja Hizkia berbeda. Ia berani melawan arus. Alih-alih mengikuti jejak raja-raja sebelumnya, ia menetapkan diri untuk memimpin Yudea kembali ke jalan Tuhan. Di tengah perjuangannya, ia jatuh sakit. Hampir mati. Ia pun memohon belas kasihan Tuhan, dan Tuhan memberinya berkat istimewa. Usianya diperpanjang 15 tahun. Bahkan, Tuhan berjanji menyertai perjuangannya; menyelamatkan rakyatnya dari serangan tentara Asyur. Ini tidak mengherankan. Allah suka memberi berkat istimewa bagi orang yang bisa dipakai-Nya untuk mengubah dunia.

Tuhan ingin memakai kita menjadi agen perubahan. Tidak harus perubahan besar. Perubahan kecil pun bisa sangat berarti. Kehadiran kita bisa menyentuh dan mengubah hidup orang-orang di sekitar kita. Membuat orang merasa senang, dikasihi, dan dihargai. Hadiah atau pujian kecil bisa mengenyahkan kesuraman hati seorang teman. Sebuah panggilan telepon atau e-mail bisa membuat sahabat kita merasa dicintai. Jadilah agen perubahan hari ini! -JTI